Excerpt for Resep agar Naskah Ditolak Penerbit by Juan Sumampouw, available in its entirety at Smashwords

Resep agar Naskah Ditolak Penerbit


by

Juan St. Sumampouw


SMASHWORDS EDITION


* * * * *


PUBLISHED BY:

Juan St. Sumampouw on Smashwords


Resep agar Naskah Ditolak Penerbit

Copyright © 2011 by Juan St. Sumampouw

Resep agar Naskah Ditolak Penerbit


Artikel ini untuk Anda, terutama jika Anda adalah penulis atau calon penulis yang sedang bertanya-tanya, adakah cara jitu agar naskah tulisan Anda ditolak—syukur mentah-mentah—oleh penerbit.

Sekian tahun silam, ketika teknologi cetak masih kuno dan jumlah penerbit masih bisa dihitung dengan jari, peluang naskah Anda ditolak oleh penerbit sangatlah besar. Kini, berkat perkembangan pesat teknologi komputer dan kebebasan media, penerbit bertumbuhan di mana-mana dan dengan ragam minat yang amat luas. Oleh karenanya, sayang sekali, peluang naskah Anda ditolak sesungguhnya semakin kecil. Meskipun demikian, syukurlah, masih ada cukup banyak jalan menuju penolakan. Berikut ini beberapa di antaranya.

Cara paling mudah agar naskah Anda ditolak penerbit adalah salah kirim. Biasanya tiap penerbit berspesialisasi pada satu atau beberapa bidang saja. Jadi, kirimkanlah naskah filsafat yang Anda tulis ke alamat penerbit yang hanya menerbitkan buku-buku pertanian. Dijamin, naskah Anda tidak akan diterima. Kalau Anda kebetulan mempunyai katalog produk suatu penerbit, semakin mudah sesungguhnya untuk menduga-duga macam naskah yang tidak diminati sang penerbit.

Penting mengusahakan agar tidak terjadi "cinta pada pandangan pertama" di antara penerbit dan naskah Anda. Judul yang menarik, kemasan yang rapi, kertas yang bersih, dan tulisan yang enak dibaca adalah beberapa unsur yang menyulitkan usaha Anda untuk ditolak. Akan tetapi, agak kurang menguntungkan bagi Anda bila pihak penerbit ternyata termasuk orang yang tidak terlalu mempedulikan "kulit luar" sebuah naskah karena lebih mementingkan isinya. Walaupun demikian, Anda tak perlu risau, masih terbuka kesempatan bagi ditolaknya naskah Anda.

Umumnya pihak penerbit akan membaca cepat daftar isi, pendahuluan, ilustrasi, kesimpulan, dan beberapa kalimat pembuka bab. Jika Anda berhasil membuat hal-hal tersebut tidak jelas dan tidak menarik, itu bagus sekali. Peluang Anda terbuka. Anda juga dapat memilih topik yang tidak aktual, tidak penting, dan tidak perlu. "Analisis Kekalahan PPP pada Pemilu Tahun 1982 di RT 02 RW 06, Kelurahan Sendang, Kecamatan Klitren, Kabupaten Kulonprogo" atau "Cara Melafalkan Fonem 'a' dalam Bahasa Inggris" kiranya adalah contoh topik yang memenuhi syarat.

Cara yang sangat efektif untuk mengusahakan agar naskah Anda ditolak adalah mematahkan semangat dan daya baca pihak penerbit. Alur yang tidak logis, paragraf yang tidak berkaitan, kalimat yang sangat panjang dan tak jelas maknanya, pilihan kata yang tidak sesuai konteks, kesalahan ketik di sana-sini, dan inkonsistensi adalah beberapa sarana yang dapat Anda gunakan. Informasi yang tidak sesuai dengan fakta, hitungan yang salah, angka-angka yang keliru ketik, penulisan nama yang tidak akurat, kesalahan gramatika dalam kutipan bahasa asing, semua ini akan memancing penilaian pihak penerbit bahwa Anda adalah penulis yang ceroboh, malas, tidak serius, dan—terlebih lagi—tidak mencintai calon pembaca. Ini pertanda baik! Keinginan Anda untuk ditolak akan terkabul.

Terakhir, pertimbangkan faktor ekonomis. Naskah Anda biasanya akan ditolak seperti yang Anda harapkan jika yang Anda tulis sedemikian spesifik sehingga setelah jadi buku hanya akan dibaca oleh segelintir peminat. Bila segelintir peminat itu adalah kalangan yang daya belinya atau budaya bacanya rendah, ini lebih baik karena dengan demikian penerbit tidak akan mendapatkan profit, bahkan mungkin akan mengalami kerugian, jika ia harus menerbitkan naskah Anda. Bagus sekali, semakin besar peluang Anda untuk menerima penolakan.

Tentu saja perkecualian selalu ada. Namun, ingatlah pepatah “Di mana ada kemauan, di situ ada jalan.” Jika Anda punya kemauan kuat untuk ditolak, pastilah Anda akan menemukan jalan ke sana.


— Pernah dipresentasikan di forum dosen Universitas Negeri Yogyakarta, 28 Mei 2004, oleh Juan St. Sumampouw.


Download this book for your ebook reader.
(Pages 1-2 show above.)